Tanggapan atas Golput
Bung/Bang
Saya memahami kenapa Anda menjatuhkan pilihan untuk golput. Golput memang pilihan politik. Sebelum Anda, Harmoko dan Gus Dur sudah mendeklarasikan beberapa hari lalu.
Di Indonesia, seingat saya, Golput dipopulerkan oleh Arif Budiman. Otoritarianisme orde baru menjadi alasan bagi Budiman.
Kini, pasca-refermasi, saya tidak sepenuhnya menyetujui Golput. Tentu dengan beberapa alasan. Pertama, secara moral politik, tingginya angka golput memang cukup mempengaruhi tingkat legitimasi politik pemimpin. Namun, legitimasi politik hasil perolehan suara tentu tidak akan terpengaruhi atas alasan golput.
Kedua, kampanye golput, tentu akan meningkatkan apatisme masyarakat terhadap partai politik dan melemahkan fungsi partai politik.
Pada titik inilah saya kurang setuju: pelemahan terhadap partai politik.
Yang harus dilakukan adalah bagaimana melakukan proses rasionalisasi perilaku pemilih melalui pendidikan politik. Selain itu, menjadi perlu melakukan penguatan kelembagaan atas partai politik.
Saya memahami, memang tingkat kepercayaan publik atas partai politik terus melemah. Namun, bila kampanye golput terus dihembuskan, tentu akan berpengaruh pada pelemahan partai politik. Ini, jelas tidak baik untuk demokrasi.
Ciputat, 08/08/08