Diskusi Dwi-Mingguan ISMES.
“Prospek dan Tantangan Politik AKP Pasca-Pemilu”
Pada 22 Juli 2007, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) kembali memenangi pemilu legislatif. Belum berakhir disitu, dalam pemilihan presiden, calon AKP, Abdullah Gul juga didaulat menjadi Presiden ke-11 Turki, mengantikan Ahmet Nezer.
Tak seperti kudeta 1997, dan kudeta sebelumnya (1980 dan 1960), militer seperti tak berkutik. Apalagi, komitmen Turki untuk menjadi anggota Uni-Eropa, memaksa militer kembali ke barak. Pernyataan, Jenderal Senior, Yasar Buyukanit, seperti di anggap angin lalu. Benarkah era-attaturk telah berakhir, seiring memudarnya pengaruh militer disusul dengan kekalahan partai sekuler di Turki?
Keberhasilan AKP memang mengejutkan banyak kalangan. De-politisasi islam dalam sejarah politik Turki– terutama setelah kudeta Refah tak menghentikan langkah politisi AKP.
AKP hadir dengan wajah baru. Menawarkan format ideal perekonomian Turki, dan melampaui batas antara sosialisme dan kapitalisme. Seperti negara-negara kesejahteraan, ia menyuguhkan konsep ekonomi ‘jalan ketiga’.
Bagaimakah prospek dan tantangan politik AKP? Apakah rivalitas sekularisme dan islamisme akan terus berlanjut? Dan bagaimanakah kita memaknai usulan AKP dan MHP untuk mengamandemen salah satu pasal krusial di konstitusi Turki, yaitu mengenai regulasi pemakaian jilbab di ruang publik, berhasilkan APK dan MHP?
Untuk membahas itu, The Indonesian Society for Middle East Studies, mengadakan diskusi tersebut pada:
Hari/Tanggal : Kamis, 28 Februari 2008
Pukul : 14.00- 16.30
Tempat : Ruang Widya Graha LIPI Lt. XI, Jl. Gatot Subroto 10, JKT
Konfirmasi:
Arya Fernandes|081381477 533
[arya_fernandes@ yahoo.com]
The Indonesian Society for Middle-East Studies